Cahaya Pendidikan: Bakti Murid untuk Guru
- 29 April 2026
Jakarta, 6 Juni 2026 – Mahasiswa STIAB Smaratungga kembali menunjukkan kontribusinya dalam perayaan keagamaan tingkat nasional dengan turut berpartisipasi pada Perayaan Waisak Bersama Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) DKI Jakarta 2570 Tahun Buddhis/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Prasadha Jinarakkhita, Jakarta.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 umat Buddha ini mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” dan menghadirkan konsep Waisak Nusantara, yaitu perayaan yang memadukan nilai-nilai Buddhis dengan kekayaan budaya Indonesia.
Dalam perayaan tersebut, mahasiswa STIAB Smaratungga turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya. Mahasiswa Program Studi Seni Budaya Buddha mempersembahkan Tari Genjring Party, sementara UKM Tari STIAB Smaratungga menampilkan Tari Betawi yang mendapat apresiasi dari para peserta dan tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi wujud nyata komitmen STIAB Smaratungga dalam melestarikan budaya Nusantara sekaligus mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui seni pertunjukan.
Perayaan Waisak Bersama KBI DKI Jakarta 2026 berlangsung meriah dengan paduan busana daerah dari berbagai wilayah Indonesia, penampilan seni budaya Nusantara, lagu-lagu Buddhis, pembacaan syair suci Dhammapada, doa Waisak bersama, serta sambutan dari tokoh agama, masyarakat, dan pemerintahan. Ragam budaya yang ditampilkan menjadi simbol bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan dalam suasana harmonis, saling menghormati, dan penuh persaudaraan.
Bagi umat Buddha, Waisak merupakan momentum suci untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gotama, yaitu kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbāna. Ketiga peristiwa tersebut menjadi pengingat akan ajaran Buddha yang menuntun umat menuju kebahagiaan sejati dan terbebas dari penderitaan.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia DKI Jakarta, Ir. Sujanto Latip, menyampaikan bahwa konsep Waisak Nusantara lahir dari semangat Buddhayana yang diwariskan oleh YM. Ashin Jinarakkhita. Semangat tersebut mengajarkan bahwa umat Buddha Indonesia dapat tumbuh sebagai pribadi yang mencintai, menghormati, dan bangga terhadap budaya Nusantara tanpa meninggalkan nilai-nilai Dhamma.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungannya dalam penyelenggaraan berbagai rangkaian kegiatan Waisak, termasuk kegiatan di kawasan Bundaran HI yang menjadi salah satu momentum bersejarah bagi umat Buddha di Ibu Kota.
Sementara itu, Ketua Panitia Waisak Bersama KBI DKI Jakarta 2026, Irma Gunawan, berharap perayaan Waisak tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus membangun persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Partisipasi mahasiswa STIAB Smaratungga dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi Buddhis tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pelestarian budaya, penguatan karakter, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Melalui kontribusi seni budaya yang ditampilkan, mahasiswa STIAB Smaratungga turut menyebarkan pesan cinta kasih, persatuan, dan perdamaian yang menjadi semangat utama perayaan Waisak tahun ini.