STIAB Smaratungga Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Digital bagi Pengurus MBI-WBI Jawa Tengah

STIAB Smaratungga Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Digital bagi Pengurus MBI-WBI Jawa Tengah

Administrator | 09 Desember 2025

Semarang - Upaya memperkuat tata kelola organisasi keagamaan di era digital terus digencarkan melalui Workshop Penguatan Kapasitas Digital bagi Pengurus Organisasi Modern MBI-WBI Jawa Tengah. Kegiatan ini digelar di Wihara Mahabodhi Buddhist Centre, Jalan Seroja Timur No. 11 Semarang, pada Minggu (7/12/2025).

Workshop ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen STIAB Smaratungga yang bekerja sama dengan Konfrensi Buddhis Indonesia (KBI) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menyasar para pengurus Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dan Wanita Buddhis Indonesia (WBI) se-Jawa Tengah.

Dukungan Penuh Pengurus Provinsi

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DPD MBI Jawa Tengah, Suroso Sadewa Putra, dan Ketua PD WBI Jawa Tengah, Suntari. Pada sesi khusus, Dadi Pasamsa, S.Pd., M.M., M.Pd., Wakil Ketua Umum II STIAB Smaratungga, turut memberikan sosialisasi mengenai aplikasi Buddhayana sebagai alat pendukung administrasi organisasi.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Partono, menekankan pentingnya transformasi digital sebagai fondasi organisasi yang lebih profesional dan akuntabel. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan sarana pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan bagi umat.

WhatsApp Image 2025-12-09 at 08.58.16.jpegLima Pilar Pembelajaran Digital

Workshop ini dibangun di atas lima pilar pembelajaran utama yang komprehensif:

Pertama, Mindset Organisasi Modern. Peserta diarahkan untuk membangun cara kerja kolaboratif, transparan, berbasis data, dan efisien sebagai standar organisasi masa kini.

Kedua, Pelatihan Google Workspace. Pengurus berlatih langsung menggunakan Google Drive, Docs, Sheets, Forms, dan Calendar untuk membuat sistem arsip digital, surat menyurat berbasis kolaborasi, presensi kegiatan, hingga penjadwalan rapat daring.

Ketiga, Keamanan Digital dan Tata Kelola Data. Peserta dibekali pengetahuan mengenai risiko peretasan, kebocoran data, penipuan digital, serta penerapan password kuat dan autentikasi dua langkah (2FA).

Keempat, Pengenalan Tools Digital Modern. Termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu penulisan laporan dan publikasi kegiatan, penggunaan Google Meet untuk rapat daring, serta Google Keep dan Tasks untuk koordinasi tugas organisasi.

Kelima, Penyusunan Rencana Aksi Digitalisasi Cabang. Sebagai puncak kegiatan, setiap cabang menyusun rencana digitalisasi tiga bulan ke depan, meliputi penataan struktur Google Drive, penerapan 2FA bagi seluruh pengurus, serta penyusunan kalender konten media sosial. Rencana ini kemudian dipresentasikan singkat oleh masing-masing perwakilan cabang sebagai bentuk komitmen bersama untuk tindak lanjut program.

Teknologi sebagai Sarana Latihan Kebajikan

Menariknya, workshop ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai Buddhis yang relevan dengan kehidupan digital. Konsep sīla (etika bermedia), paññā (kecerdasan digital), citta (kesadaran dalam penggunaan teknologi), dan kāya (keterampilan praktis) disisipkan dalam setiap sesi, menjadikan teknologi sebagai alat pembelajaran sekaligus sarana memperkuat kualitas pelayanan kepada umat.

Pendekatan holistik ini menjadikan workshop bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan juga pendalaman nilai-nilai spiritualitas dalam konteks teknologi modern. Para peserta diajak untuk memahami bahwa penggunaan teknologi harus tetap berlandaskan etika dan kesadaran penuh.

WhatsApp Image 2025-12-09 at 08.58.16 (1).jpegLangkah Nyata Menuju Organisasi Modern

Melalui workshop ini, diharapkan pengurus MBI dan WBI Jawa Tengah semakin siap menghadapi tantangan organisasi modern dengan menjadi lebih tertib secara administrasi, lebih aman secara digital, dan lebih efektif dalam pelayanan kepada umat.

STIAB Smaratungga menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti di acara ini. Program lanjutan berupa supervisi dan evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan transformasi digital berjalan berkelanjutan di seluruh cabang MBI-WBI Jawa Tengah.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen STIAB Smaratungga dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Buddha, khususnya dalam meningkatkan kapasitas organisasi keagamaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan organisasi MBI dan WBI dapat menjalankan fungsinya dengan lebih optimal di era digital ini.


Tim Redaksi STIAB Smaratungga