STIAB Smaratungga Berpartisipasi Aktif dalam Perayaan Waisak Candi Sewu 2026 yang Dihadiri 5.000 Umat Buddha

STIAB Smaratungga Berpartisipasi Aktif dalam Perayaan Waisak Candi Sewu 2026 yang Dihadiri 5.000 Umat Buddha

Administrator | 10 Juni 2026

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 TB/2026 di Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah, berlangsung dengan khidmat dan meriah pada Minggu, 31 Mei 2026. Perayaan yang mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” ini menjadi salah satu rangkaian Waisak terbesar di Indonesia dan diikuti sekitar 5.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam perayaan tersebut, STIAB Smaratungga turut mengambil bagian secara aktif melalui berbagai kontribusi seni dan budaya yang melibatkan mahasiswa serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Mahasiswa Program Studi Seni Budaya menampilkan pertunjukan tari dan karawitan, sementara UKM Paduan Suara dan UKM Tari STIAB Smaratungga turut memeriahkan rangkaian acara Waisak yang berlangsung di kawasan bersejarah Candi Sewu.

DSC_9876.JPG

Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen STIAB Smaratungga dalam mendukung pelestarian budaya Buddhis sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan seni di tengah masyarakat luas.

Perayaan Waisak tahun ini memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah Walk for Peace, sebuah perjalanan spiritual yang dilakukan para bhante dari Candi Sima, Jepara menuju Candi Sewu. Kegiatan ini menjadi simbol perjalanan cinta kasih dan perdamaian yang selaras dengan pesan utama Waisak tahun ini.

Menurut data yang disampaikan oleh Polres Klaten, sekitar 5.000 umat Buddha menghadiri perayaan Waisak Candi Sewu 2026. Sebagian besar peserta berasal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, namun banyak pula umat yang datang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

IMG_20260531_155109.jpg

Kehadiran umat dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Waisak bukan hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan persaudaraan bagi umat Buddha dari beragam latar belakang budaya dan daerah.

Rangkaian utama Waisak diawali dengan Kirab Agung Maitri Prajna Yatra dari Candi Plaosan menuju Candi Sewu. Ribuan umat mengikuti prosesi tersebut dengan tertib dan penuh kekhusyukan sebelum memasuki rangkaian ritual utama di kompleks candi.

Setibanya di Candi Sewu, kegiatan dilanjutkan dengan pensakralan altar, Sannipata Waisak, puja bakti, hingga ritual detik-detik Waisak yang berlangsung dalam suasana penuh kedamaian. Setelah detik-detik Waisak, umat melaksanakan pradaksina mengelilingi Candi Sewu sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap situs suci warisan Buddhis Nusantara.

DSC_9569.JPG

Perayaan tahun ini juga menandai penyelenggaraan Waisak ke-22 di Candi Sewu oleh Keluarga Buddhayana Indonesia. Berbagai persiapan spiritual telah dilakukan selama satu bulan sebelumnya, termasuk pembacaan paritta, pembacaan Kitab Dhammapada, serta pengumpulan air suci dari berbagai daerah.

Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Nyoman Suriadarma, menyampaikan bahwa perayaan Waisak tahun ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang dilaksanakan di berbagai candi di Indonesia. Berbagai program seperti Vesakha Sananda, Hening Nusantara, serta perjalanan spiritual menuju lokasi-lokasi suci diharapkan mampu menghadirkan vibrasi kedamaian, kerukunan, dan kebersamaan bagi masyarakat Indonesia.

DSC_9587.JPG

Perayaan Waisak Candi Sewu 2026 juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga semangat toleransi dan keharmonisan. Keberadaan Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sojiwan, dan Candi Prambanan yang berdiri berdampingan menjadi simbol nyata warisan kerukunan yang telah tumbuh di Nusantara sejak berabad-abad lalu.

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dan sivitas akademika dalam perayaan ini, STIAB Smaratungga kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan Buddhis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pembangunan perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

IMG_20260531_105645.jpg