SMART INSIGHT PODCAST STIAB SMARATUNGGA ANGKAT TOPIK "MENGAPA CANDI BOROBUDUR DIANGGAP BELUM SEMPURNA TANPA CHATTRA?"

SMART INSIGHT PODCAST STIAB SMARATUNGGA ANGKAT TOPIK "MENGAPA CANDI BOROBUDUR DIANGGAP BELUM SEMPURNA TANPA CHATTRA?"

Administrator | 03 Juli 2026

Boyolali, 3 Juli 2026 – STIAB Smaratungga kembali menghadirkan tayangan edukatif melalui Smart Insight Podcast dengan mengangkat tema "Mengapa Candi Borobudur Dianggap Belum Sempurna Tanpa Chattra?". Podcast ini menjadi ruang diskusi yang membahas sejarah, arsitektur, dan makna filosofis Candi Borobudur dari perspektif Buddhis, sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya keberadaan chattra sebagai bagian dari simbolisme stupa utama Borobudur.

Pada episode kali ini, YM. Bhante Ditthisampanno Mahathera (Budi Utomo, S.Ag., M.A., Ph.D.) hadir sebagai narasumber. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman dalam kajian Buddhisme, beliau mengulas sejarah pembangunan Borobudur, fungsi chattra dalam tradisi Buddhis, serta berbagai pandangan para ahli mengenai keberadaan struktur tersebut sebagai pelengkap simbolis bangunan suci terbesar di dunia itu.

Diskusi dipandu oleh Galuh Candra Dewi selaku host yang mengajak narasumber mengupas berbagai pertanyaan menarik seputar nilai sejarah, filosofi, dan relevansi pelestarian warisan budaya Buddhis bagi generasi masa kini. Melalui penyampaian yang komunikatif, podcast ini diharapkan mampu menambah pemahaman masyarakat mengenai kekayaan peradaban Buddhis Nusantara.

Program Smart Insight Podcast merupakan salah satu media edukasi digital STIAB Smaratungga yang menghadirkan pembahasan berbagai isu aktual, akademik, dan keagamaan secara ringan namun mendalam. Kehadiran podcast ini menjadi bagian dari komitmen STIAB Smaratungga dalam memperluas diseminasi ilmu pengetahuan, memperkuat literasi Buddhis, serta mendekatkan kajian akademik kepada masyarakat luas melalui platform digital.

Episode "Mengapa Candi Borobudur Dianggap Belum Sempurna Tanpa Chattra?" ditayangkan pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 19.00–19.35 WIB melalui kanal YouTube STIAB Smaratungga TV. Masyarakat, sivitas akademika, dan pemerhati sejarah maupun Buddhisme diundang untuk menyaksikan tayangan ini sebagai sarana memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya Buddhis Indonesia.