Sarnath Resmi Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Tonggak Bersejarah Penyebaran Ajaran Buddha

Sarnath Resmi Diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Tonggak Bersejarah Penyebaran Ajaran Buddha

Administrator | 30 Juli 2026

Varanasi, India – Situs suci Buddhis Sarnath (Taman Rusa) resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada Sidang ke-48 Komite Warisan Dunia UNESCO yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan. Dengan penetapan ini, Sarnath menjadi Situs Warisan Dunia ke-45 di India, sekaligus mempertegas nilai sejarah, spiritual, dan budaya yang dimiliki salah satu tempat paling suci dalam tradisi Buddhis.

Sarnath memiliki makna yang sangat penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Menurut tradisi Buddhis, setelah mencapai Pencerahan Sempurna di Bodh Gaya sekitar abad ke-6 SM, Siddhartha Gautama Buddha datang ke Sarnath untuk bertemu kembali dengan lima pertapa yang pernah menjadi rekan praktiknya. Di tempat inilah Sang Buddha menyampaikan khotbah pertama (Dhammacakkappavattana Sutta) yang menandai dimulainya pemutaran Roda Dhamma serta awal penyebaran ajaran Buddha kepada dunia.

Selama lebih dari 2.500 tahun, Sarnath berkembang menjadi pusat pembelajaran, praktik keagamaan, dan tujuan ziarah bagi umat Buddha dari berbagai negara. Berbagai dinasti dan komunitas monastik membangun stupa, vihara, kuil, serta monumen yang hingga kini menjadi saksi perkembangan peradaban Buddhis. Kompleks arkeologi tersebut meliputi Stupa Dhamek, Stupa Dharmarajika, dan Menara Chaukhandi, yang seluruhnya berada dalam kawasan bersejarah Taman Rusa atau Mrigadava, yang dalam kitab-kitab Buddhis juga dikenal sebagai Isipatana dan Rishipatana.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan rasa bangganya atas pengakuan UNESCO tersebut. Melalui media sosial, ia menyebut penetapan Sarnath sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai momen yang membanggakan bagi seluruh rakyat India sekaligus bentuk pengakuan dunia terhadap warisan spiritual dan budaya yang telah menginspirasi umat manusia selama berabad-abad.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Tim Curtis, Direktur dan Perwakilan Kantor Regional UNESCO untuk Asia Selatan. Ia menegaskan bahwa Sarnath selama lebih dari dua milenium telah menjadi pusat ziarah dan sumber inspirasi bagi umat Buddha di seluruh dunia. Menurutnya, nilai-nilai welas asih, kebijaksanaan, dan perdamaian yang pertama kali diajarkan Sang Buddha di tempat tersebut tetap relevan hingga saat ini. Ia juga menekankan bahwa pelestarian kuil, stupa, dan biara di Sarnath merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia demi menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.

Pengakuan UNESCO diberikan berdasarkan Konvensi Warisan Dunia 1972, yang menetapkan situs-situs dengan Outstanding Universal Value (OUV) atau Nilai Universal Luar Biasa. Hingga saat ini, UNESCO telah menetapkan lebih dari 1.200 situs warisan budaya, alam, dan campuran di berbagai negara sebagai bagian dari warisan bersama umat manusia.

Penetapan Sarnath sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tidak hanya menjadi kebanggaan bagi India, tetapi juga bagi umat Buddha di seluruh dunia. Pengakuan ini semakin memperkuat posisi Sarnath sebagai salah satu dari empat tempat ziarah utama Buddhis, bersama Lumbini, Bodh Gaya, dan Kusinara, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah, budaya, serta nilai-nilai Dhamma yang telah menerangi kehidupan umat manusia selama lebih dari dua setengah milenium.